Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan 1.360 Kampung Pancasila sebagai upaya memperkuat nilai gotong-royong, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat. Program ini diresmikan pada Jumat (15/8/2025) oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda.
Peluncuran Kampung Pancasila ini merupakan bagian dari strategi Pemkot untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat. Setiap kampung akan menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya yang berbasis pada kerja sama warga.
Gotong-royong Jadi Pondasi
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa program ini bukan hanya simbol, tetapi gerakan nyata yang melibatkan seluruh warga.
“Kampung Pancasila adalah ruang di mana warga saling membantu tanpa memandang latar belakang. Gotong-royong menjadi kekuatan utama untuk membangun Surabaya yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Menurut Eri, setiap kampung akan memiliki program unggulan seperti kerja bakti rutin, bank sampah, pengembangan UMKM lokal, dan kegiatan pembinaan remaja.

Baca juga: Khofifah Anjangsana ke Keluarga Pahlawan – Perintis Kemerdekaan
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Selain memperkuat persatuan, Kampung Pancasila juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan keterampilan dan akses permodalan, warga didorong mengembangkan usaha rumahan hingga produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.
“Dengan semangat Pancasila, kita harap masyarakat tidak hanya kompak, tapi juga mandiri secara ekonomi,” katanya.
Warga Menyambut Antusias
Peluncuran program ini disambut positif oleh warga. Siti Aminah, Ketua RT di wilayah Rungkut, mengaku siap menggerakkan warga untuk menghidupkan kegiatan kampung. “Kalau warga kompak, semua lebih mudah. Kami berharap Kampung Pancasilaa bisa membuat lingkungan lebih aman, nyaman, dan sejahtera,” ujarnya.